Thursday, March 22, 2007

Kembalikan Izzah Jilbabmu...!

Maraknya pemakaian jilbab akhir-akhir ini adalah suatu hal yang patut kita syukuri, dari fenomena tersebut kita bisa melihat secara umum bahwa benih-benih kesadaran untuk dapat berislam dengan benar sudah mulai tumbuh dengan subur. Fenomena tersebut dapat dilihat dikampus-kampus, kantor pemerintahan, karyawati mall/plaza bahkan pelayan-pelayan café dan restoran.

Khususnya untuk kota padang, memang pengunaan jilbab sudah diwajibkan. Dengan dikeluarkannya peraturan daerah (perda) tentang kewajiban bagi setiap muslimah dari sekolah dasar hingga kantor-kantor pemerintahan

Kalau kita coba menengok beberapa dekade kebelakang, khususnya di Indonesia hal semacam ini sangatlah sulit kita temui. Pada masa Soeharto yang dikenal dengan gaya pemerintahannya yang represif, umat Islam khususnya muslimah belum lagi dapat leluasa untuk mendapatkan haknya untuk berjilbab secara bebas, bahkan mereka dilarang untuk menggunakan jilbab diinstansi-instansi pemerintahan bahkan sekolah. Namun hal itu sudah berakhir dan mudah-mudahan tidak akan diawali lagi.

Terlepas dari fenomena diatas yang ingin penulis uraikan disini adalah tentang berjilbab itu sendiri, memakai jilbab merupakan sebuah kewajiban bagi seorang muslimah yang tidak dapat ditawar lagi, kewajiban ini merupakan suatu wujud ketaatan kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT telah firmankan dalam Alqur’an pada surat Al Ahzab ayat 59 :

Wahai Nabi, Katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka mudah dikenali,sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59)

Firman Allah diatas selain sebagai perintah langsung yang harus dikerjakan oleh seorang muslimah, juga menjawab tentang bagaimana kriteria jilbab yang harus digunakan oleh seorang muslimah. Sangat jelas Allah mengatakan bahwa jilbab yang harus dipakai adalah yang mampu menutupi sekujur tubuh yang menjadi aurat mereka.

Aurat bagi perempuan dalam islam telah diatur sedemikian apiknya, sehingga yang dibolehkan untuk dinampakkan dari mereka hanyalah sebatas wajah, telapak dan atau punggung tangan mereka.

Kalau kita coba untuk mencukil lembaran sejarah, kita akan dapatkan sebuah kisah yang indah tentang bagaimana ketaatan yang ditunjukkan oleh kaum muslimah ketika perintah berjilbab ini diturunkan. Seperti layaknya kehidupan sekarang ini, kota Madinah dengan segenap aktifitasnya juga dilakoni oleh para muslimah yang mereka belum memakai jilbab, namun ketika mereka mendengar tentang kewajiban ini, mereka dengan serta merta tanpa harus ba bi bu mengambil apapun yang memungkinkan agar bisa menutup aurat mereka dengan benar. Perintah tersebut mereka jalankan dengan penuh kesadaran dan spontanitas karena memang rasa keimanan sudah menkristal dihati mereka.

Sejarahpun berkembang dan peradabanpun berubah, akan tetapi perintah berjilbab untuk tiap diri yang mengaku muslimah tidak akan berubah substansi, maupun redaksinya. Fenomena jilbab yang kita utarakan diatas juga mengalami pasang surut dari ulah peradaban manusia. Kenyataan yang berkembang saat ini adalah jilbab sudah mengalami dekadensi dimensi dan kehilangan izzah nya. Banyak varian yang bermunculan dari sebuah kreatifitas walaupun itu adalah hal yang positif, akan tetapi sangat disayangkan kreatifitas tersebut tidak lagi memperhatikan nilai syar’i nya.

Akhirnya jilbab tidak lebih dari hanya sekedar aksesoris belaka, perpaduannya pun tidak lagi bijaksana, sehingga ia tidak lagi mampu untuk memberikan rasa aman bagi sipemakai dan juga telah mengaburkan identitas pemakainya.

Jilbab mereka semakin mengkerut sehingga menampakkan leher mereka, jilbab mereka menutupi kepala tetapi pakaiannya tidak kuasa ‘tuk menutup bagian tubuh yang lain. Sungguh ironis memang, sehingga kita pun tak tega tuk melewatkannya. Melewatkan diri dan pikiran kita untuk senantiasa berusaha dan memikirkan cara untuk bisa menyampaikan kebenaran yang sebenarnya, bukan ketidak benaran yang dibenarkan.

Mudah-mudahan tulisan ini mampu menyentuh kalbu kita agar bisa berbuat banyak, mulai dari keluarga kita, tetangga dan sahabat atau teman-teman kita dikampus. Dan sekaligus menjadi wacana bagi kita semua yang bergerak sebagai generasi pengusung bangkitnya keluhuran peradaban islam .

Kamis Sore di Wisma Iqra’
Darul Nafis

Monday, March 12, 2007

From Zero To Hero

Seiring mengalirnya kata demi kata yang menjadi jembatan hati diantara kita, Ana mendoakan semoga 'ustadz/ah' berada dalam limpahan kasih sayang Allah SWT. Tuhan semesta alam tempat bergantung semua makhluk, yang tidak pernah bosan dengan keengkaran hambaNya dan tidak pernah jera ‘tuk menabur rahmat walaupun bagi makhlukNya yang durhaka, Namun sebaik-baik hamba adalah hamba yang pandai bersyukur yang mampu ‘tuk menyadari anugrah Allah SWT dengan mengaplikasi segala apa yang menjadi seruanNya dan menjauh dari segala apa yang dilarangNya.Salawat dan salam tentunya tercurah bagi uswah dan qudwah kita yakni, baginda Rasulullah Muhammad Bin Abdullah SAW, yang saking cintanya pada umatnya sampai akhir hayatnya pun masih mengkuatirkan umatnya. dan tidak kata yang lebih pantas terucap dari bibir kita ketika disebut namanya selain kita berselawat atas beliau. Mudah-mudahan diakhirat kelak kita akan dikumpulkan bersama beliau dan diperkenankan oleh Allah tuk bisa menatap wajah indah beliau Aamiin.
Ketika menulis email ini ada satu kata yang terlintas dipikiran ana, seperti apa yang dituturkan oleh al ustazd Solikhin Abu Izzuddin, seorang penulis buku Best Seller yaitu "Aku Mau, Aku Bisa, Aku Mampu LUAR BIASA !!!"Bila kita cermati kata-kata tersebut seolah-olah beliau ingin menyelami setiap pribadi, dengan berusaha 'tuk menyentil emosi serta potensi jiwa-jiwa yang masih hanyut dalam alunan suara-suara kemalasan dan selalu melihat potensi hanya pada satu sisi saja, yaitu sisi negatif atau hanya sibuk memikirkan kekurangan-kekurangan yang ada pada diri, sehingga kelebihan-kelebihan yang dimiliki-pun karam sudah bersama biduk-biduk keputusasaan dalam perjalanan yang tidak beralasan.
Aku Bisa !, satu ungkapan kata yang menjustifikasi diri kita tuk mau mengakui kelebihan yang kita miliki, bahwa setiap manusia mempunyai potensi-potensi yang sangat spesial yang tidak dimiliki oleh orang lain, bahwa manusia dianugerah cara pikir berbeda dan bahwa manusia merupakan kompetitor tangguh jauh sebelum manusia itu berwujud manusia. perjuangan setitik noda yang kemudian kita sebut sperma dalam berkompetisi 'tuk jadi manusia merupakan salah satu jawaban, bahwa manusia yang sedang membaca email ini adalah seorang kompetitor tangguh jauh sebelum dia jadi manusia, bayangkan dari 40 juta sel sperma yang berusaha 'tuk maju menjadi pemenang dalam menggapai sel telur didalam rahim ibu kita ternyata hanya satu saja yang berhasil menggapainya dan yang satu itu adalah kita, ya..kita manusia yang sedang terhipnotis dengan tulisan ini ...hehe..Nah, bagaimana mungkin kita kemudian setelah berwujud menjadi sebaik-baik bentuk harus mengalah hanya dengan sedikit ujian kehidupan, sementara sebelum menjadi manusia saja kita sudah mampu 'tuk menghadapi segala tantangan yang menghadang, ya nggak...(yakinkan hati kita bahwa kita BISA tuk jadi yang terbaik, tentunya selain terbaik disisi manusia juga terbaik disisi ALLAH SWT).
Aku Mampu LUAR BIASA !!!, sejauh kita mau tuk banyak berbuat (ngak hanya sekedar cuap-cuap kemudian terlelap), setiap kita yang telah dibekali potensi otak dengan kemampuan berpikir yang relatif sama (kecuali orang gila) pasti mampu tuk mendahsyatkan kemampuan yang kita miliki. Tidak susah tuk menjadi orang yang bisa mengerti banyak hal, sejauh kita masih mau belajar, nggak masalah kalo pijakan pertama kaki kita kemudian membawa kita jatuh dalam belajar berdiri, tapi ketahuilah bahwa pijakan pertama itulah yang telah mengantarkan kita tuk mampu berlari. ingat seorang yang sukses itu bukan orang yang tidak pernah gagal tapi orang sukses itu adalah orang yang mampu tuk bangkit dari setiap kegagalan, jika seandainya Alva Edison mengalah akan kegagalannnya pada percobaannya yang pertama maka barangkali kita masih belum bisa tuk menikmati terang benderang dari lampu listrik sekarang ini, namun dia selalu berusaha mencari kekurangan dari setiap percobaannya tanpa pernah bosan bahkan keberhasilan baru dia dapatkan ketika telah melewati kegagalan sebanyak 999 kali !!!.masih banyak lagi contoh-contoh perjuangan dari orang-orang yang mau gagal dan mau tuk berbuat yang lebih baik dari kegagalan itu. Nah kita kembalikan pada diri kita, sudah sejauh manakah usaha kita tuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang telah kita ukir didalam memori otak kita, ataukah memang kita tidak pernah berbuat? atau mimpi yang kita ukir hanya dijadikan penghias dalam alur kehidupan kita yang tak obahnya seperti gelembung sabun yang dengan satu tusukan saja lenyap tak berbekas ?? jawab sendiri ya...Mudah-mudahan tulisan yang tidak begitu bagus ini bisa bermanfaat, terutama bagi nurani-nurani yang selama ini terpenjara oleh penyesalan akan kelalaian masa lalu atau kesalahan-kesalahan masa lalu. ingat hari ini adalah saaatnya berobah......karena jika tidak masa tetap akan berobah....bagi jiwa-jiwa yang optimis marilah berseru Aku Mau, Aku Bisa, Aku Mampu LUARR BIASA !!! AllaaHu AKbaR ...
Limau Manih, 27 Februari 2007
11.05 pm
Darul Nafis