Sunday, March 30, 2008

Kisahku : Tentang Dzikrul Maut

Dalam sebuah perjalanan menembus jalanan Pasar Baru - Pasar Raya Padang, tergores sebuah peristiwa yang membekas dalam hati, akhirnya mengkristal membentuk butiran-butiran hikmah penuh makna, sangat berguna tentu. Saya ingat dengan kata-kata seorang senior saya dulu 'setiap moment itu ada hikmahnya, dan kejelian kita dalam mengambil hikmah tersebutlah yang akan mengantarkan kita pada pendewasaan diri'. semoga memang benar adanya, dengan sebuah peristiwa yang dilalui bisa menjadi jalan untuk senantiasa muhasabah diri, berikut saya tuliskan peristiwa itu :
Iring-iringan ahli waris dan pelayat yang mengantarkan jenazah kekuburan memergoki perjalananku dengan seorang teman, ketika baru sampai dipersimpangan Anduring. Terlihat raut kesedihan dari manusia-manusia hidup yang mengiringi keranda jenazah tersebut, entah siapa makhluk Allah yang telah dipanggilNya itu, aku hanya dapat melihat foto wisuda dan kuyakin yang difoto tersebut adalah almarhum yang sekarang tidak lagi mengunakan toga dan memegang ijazah yang dia banggakan. tapi sekarang hanya sesosok tubuh yang kaku terbungkus kain putih sekujur tubuhnya. kulayangkan pandang kesekitar rumah duka yang terletak persis ditepi jalan raya. Ucapan turut berduka cita dihias kalungan bunga yang dominan bewarna putih itu, ditempel didepan sebuah minibus bermerek Fakultas Kedokteran Baiturrahmah Padang. Aku tercenung, seketika itu aku bisa meraba bahwa almarhum minimal masih bestatus mahasiswa dan atau baru saja mendapatkan gelar S.Ked nya mungkin, dapat terbaca dari tahun angkatan teman-teman almarhum yang juga ditulis dikarangan bunga tersebut.

Hari itu aku diingatkan kembali tentang ajal (maut). Pikiran bawah sadarku kembali mengeliat, membuka kembali file-file tentang apa yang pernah terucap sewaktu aku menyampaikan materi dzikrul maut pada adik-adik mentoringku (dulu), hari ini ucapan tersebut kembali dibuktikan :

"Itulah ajal, apabila ia telah datang, maka sedetikpun tidak ada kuasa kita untuk mengundurnya atau mempercepatnya dari ketetapan Allah SWT, ia datang pada siapa saja, tanpa kompromi dengan banyaknya usia, tua, muda, anak-anak bahkan yang belum muncul keduaniapun juga ia temui. Oleh karena itu yang bisa kita persiapkan hanyalah bekal-bekal perjalanan panjang, pahit atau manisnya perjalanan itu tergantung pada bekal apa yang kita persiapkan".

Suzuki Smash yang dikendalikan oleh teman seperjalanku untuk selanjutnya kecepatannya terasa menurun, pelan. untuk saat itu tarikan gas seakan diatur sedemikian tenangnya, saya pikir itu terjadi demi melihat hal barusan yang kami saksikan dan komentar yang keluar dari lisan temanku itu "masih muda ya", aku menjawab dengan anggukan pelan dengan perasaan haru bercampur dengan pikiran yang membawa seolah-olah bisa saja saat ini yang sedang diusung dikeranda tersebut adalah aku sendiri, ya aku. dan kembali pertanyaan muncul dari bisikan hati. Sudah siapkan Aku untuk itu ??

Pembaca sekalian, tidak ada alasan untuk tidak mengingat mati, bukankah kematian adalah suatu ketetapan yang paling dekat dengan kita...

Dan sekarang, bukankah hari yang indah untuk mengingat mati....


Tuesday, March 4, 2008

Mahasiswa Unand Target Kristenisasi

Mahasiswa baru kembali hadir dikampus hijau Universitas Andalas. Kehadiran mahasiswa baru dan segenap kesibukan dalam mengurus segala hal yang berhubungan dengan administrasi, yang mesti dipenuhi guna memastikan identitas sebagai mahasiswa di Universitas Andalas adalah fenomena tersendiri yang mewarnai kampus dimusim libur perkuliahan ini. Tentunya bagi mereka, diterima sebagai mahasiswa di universitas yang diidamkan dan konon kabarnya kampus “termegah” di Asia Tenggara ini merupakan kesan yang tak akan terlupakan.
Bagi mahasiswa baru perubahan cara berfikir tentunya akan berjalan ketika telah berubah status menjadi mahasiswa, di kampus nantinya, masa transisi ini akan membawa mahasiswa mereka kedalam pencarian identitas dan idealisme pribadi. Hal ini dilihat disatu sisi tentunya sangatlah bagus, sebab setiap individu dituntut untuk berubah. Tidak selamanya kita menjadi remaja dan seharusnyalah kedewasaan menjadi pilihan terbaik yang kita ambil. Nah, mulai sekarang proses itu akan berjalan.
Baik secara langsung atau tidak, suka atau tidak suka, kita akan digiring kedalam pertarungan pemikiran dan ideologi, sebab kita memang berada dikancah intelektual tempat tumbuh suburnya berbagai ideologi dengan berbagai macam latarbelakang pemikiran. Jauh dari itu pertarungan akidah pun bakalan menjejali kita dan menjadi sesi yang tidak dapat dipisahkan dialam kehidupan kampus nantinya. Ketepatan memilih, kecerdasan dalam menilai adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa agar tidak terjerembab kedalam alur pemikiran yang tidak benar.
Hal terakhir yang penulis sebutkan tadi adalah permasalahan yang akan kami suguhkan teruntuk adik-adik mahasiswa baru, adanya upaya-upaya pemurtadan yang dilakukan oleh misonaris kafir atau yang lebih kita kenal dengan istilah KRISTENISASI dikampus, terhadap mahasiswa muslim ataupun muslimah adalah realita dan bukan hanya isapan jempol belaka. Boleh jadi kita adalah target berikutnya. Tentunya kita tidak rela kiranya akidah keimanan yang telah terhunjam didada kita akan tercerabut ulah tangan-tangan misionaris, sebab keimanan kepada Allah SWT tak ada bandingannya, walaupun dengan dunia dan seisinya.
Sikap yang terbaik bagi kita selaku mahasiswa baru adalah bersikap respect dengan perubahan yang ada, baik dilingkungan tempat tinggal, pergaulan dan aktivitas-aktivitas kampus yang digeluti nantinya.

Waspadalah, misionaris disekitar anda!
Musang berbulu ayam adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan watak para misionaris ini, upaya pemurtadan yang mreka lakukan dilakukan dengan teknik yang tinggi dan kesungguhan yang kuat dari para misionaris ini, selain itu adanya pendanaan yang kuat yang mengalir pada mereka menjadikan upaya mereka begitu hidup, terkesan sosial dan sangat bersahabat dengan kita. Untuk itu berhati-hatilah dengan berbagai tawaran yang mereka berikan, sebab dibalik tawaran tersebut ada imbalan yang sangat besar sebagai konsekuensinya, Akidah Islam.

Waspada dengan metoda-metoda Kristenisasi
Ada bermacam cara yang sering dilakukan oleh para misionaris ini dalam melaksanakan misinya diantaranya adalah :
1. Mengaku-ngaku beragama Islam
Kebohongan semacam ini merupakan hal yang biasa bagi mereka, identitas yang dipalsukan dan kebohongan dengan berbuat seolah sebagaimana aktivitas seorang muslim lainnya. Segala atribut yang menempel pada seorang muslimpun mereka gunakan, hal ini pernah kami temui dikampus ini, seorang misionaris yang menggunakan baju koko dan peci sebagaimana layaknya muslim lainnya.
2. Pacar – isasi
Pacaran lintas agama adalah bagian dari upaya kristenisasi, bagi kamu-kamu yang memandang biasa budaya pacaran hal ini sangatlah berbahaya bagi kelanggengan akidahmu. Islam telah bersifat preventif terhadap hal ini. Pacaran adalah perbuatan zina yang hukumnya haram. Dengan tegas Allah SWT telah berfirman dalam alqur’an “ Dan Janganlah kamu mendekati Zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan jijik dan seburuk-buruknya jalan”.
3. Jin-isasi
Upaya pemurtadan melalu bantuan makhluk gaib ini (jin), sangat sering terjadi dikampus kita tercinta ini, biasanya yang menjadi korban mereka adalah para muslimah. Karakteristik dari metoda ini adalah terjadinya kesurupan sehingga sang korban berbuat dan berbicara diluar kendalinya. Dari igauan nya terdengar beberapa kata atau kalimat yang sangat akrab dengan kebiasaan orang-orang kristen seperti : mengucapkan haleluya, jesus, tuhan memberkatimu dan lain sebagainya.
Supaya dapat terhindar dari hal ini maka diharapkan sekali untuk masing individu agar senantiasa mawas diri, jangan berpikiran kosong dan perbanyaklah berzikir kepada Allah SWT. Bila ini didapati oleh teman kita baik satu kost, satu lokal dan sebagainya , jangan pula membuat kita takut lantas lari meninggalkannya, akan tetapi usahakalah terapi ruqyah sar’iyah pada korban oleh orang yang berkompeten dibidang itu.
4. Hipnotis
Metoda hipnotis ini biasanya dilakukan dengan mengunakan benda-benda tertentu. Melalui metoda ini seseorang dengan mudahnya dapat menguasai dan mengendalikan orang lain menurut kemauannya. Dengan metoda ini seseorang misionaris dapat dengan mudah membawa korbannya ketempat yang diinginkannnya. Sehingga sang korbanpun akan bertindak dan bertingkah diluar kendalinya.

Waspadalah, dengan memperkuat Akidah
Pemahaman yang benar terhadap ajaran islam, kemudian melaksanakan ajaran tersebut dengan baik adalah cara yang paling efektif dalam menangkal uapaya kristenisasi, sekuat apapun badai kristenisai yang melanda namun dengan akidah yang lurus dan keyakinan yang bulat akan kebenaran islam itu sendiri maka badai itupun tak akan mampu menggoyang kekokohan iman didadamu. Yakinlah Islam adalah agama yang benar dan agama yang diridhoi disisiAllah SWT.
Selain itu, selayaknyalah seorang muslim memiliki pemahan kristologi (ilmu tentang seluk-belu ajaran kristen), ini berfungsi untuk mengetahui kebobrokan agama kristen sekaligus semakin memntapkan akidah islam seta untuk mematahkan berbagai argumentasi misionaris kristen yang datang menghampiri kita.
Aksi langsungpun juga dibutuhkan guna menghambat laju kristenisasi ini, umat Islam dituntut untuk tegas dalam menyikapi gerakan kristenisasi ini, sebab persoalan ini tidak bisa hanya dilihat sambil berpangku tangan, membiarkan dan hanya bersikap acuh saja, sama artinya dengan membiarkan kemungkaran merajalela dikampus yang kita cintai ini. Islam sangat toleran dan tidak mengajarkan untuk memaksakan agama pada orang lain yang sudah beragama akan tetapi Islam juga tidak mengajarkan umatnya hanya menerima begitu saja apabila akidahnya dinjak-injak oleh orang lain. Tiada kemulian yang lebih tinggi selain mati sebagai syuhada dalam membela Islam. Camkanlah !


Renungkanlah !

Ya Rabb ! Karuniakanlah kepada kami HATI yang TENANG dan KEIMANAN yang TEGUH serta berikanlah kami kekuatan untuk selalu ISTIQOMAH menjalankan syariat-Mu. Amiin...